Spread the love

Bertransaksi masalah keuangan dengan aplikasi digital pada masa pandemi ini sudah mengalami kenaikan karena adanya pembatasan aktivitas bagi semua masyarakat. Demi menekan penyebaran virus corona yang tengah menjadi pandemi hampir di seluruh dunia, banyak orang kini lebih suka transaksi secara digital. Hal tersebut memang sangat mempermudah transaksi tanpa harus berinteraksi secara langsung.

Bank Indonesia (BI) telah mencatat pertumbuhan pada nilai transaksi uang digital atau elektronik tetap menguat pada Juli 2020, yang telah mencapai 24,42 persen (yoy), sedangkan volume dalam transaksi digital banking pun mengalami pertumbuhan hingga 38,81 persen (yoy) pada Juli 2020.

Dengan diiringi kebutuhan transaksi keuangan secara digital pada masa pandemi seperti sekarang ini, bagaimana tips agar tetap aman? Langsung saja, berikut ini beberapa tips bertransaksi digital dengan aman di masa pandemi.

Menghindari Penggunaan WIFI Umum Saat Bertransaksi

Dari OJK sudah menyatakan bahwa penggunaan WiFi umum bisa sangat beresiko karena bisa saja terjadi pencurian data pribadi. Jika memang masyarakat ingin melakukan transaksi secara digital, maka sangat disarankan untuk menggunakan jaringan internet yang memang bersifat pribadi. Demi keamanan tentu saja hal tersebut harus dilakukan. Bisa saja dengan menggunakan jaringan data smartphone yang memang lebih aman digunakan.

Jangan lupa juga untuk selalu mengecek notifikasi setiap sedang bertransaksi. Jika terdapat notifikasi yang tidak diketahui pada saat transaksi tengah berlangsung, jangan terburu-buru ditanggapi. Lebih baik langsung hubungi pihak bank bersangkutan agar tidak terjadi masalah pada saat proses transaksi berlangsung.

Belanja Online Melalui Aplikasi Terpercaya

Jika hendak membeli barang atau belanja secara online, pastikan untuk menggunakan situs atau aplikasi terpercaya. Jika menggunakan browser maka coba lihat apakah terdapat gambar atau ikon gembok untuk memastikan keamanannya yang terdapat pada pojok kiri atas sebelum tulis alamat situs atau sebelum https://.

Ada juga aplikasi terpercaya yang memang khusus untuk berbelanja online. Jika menggunakan smartphone android maka bisa mengunduh aplikasi lewat playstore yang memang menyediakan aplikasi yang aman.

Baik situs maupun aplikasi belanja online yang sangat terpercaya biasanya menawarkan layanan garansi dan bisa memberikan tanggung jawab jika terjadi hal yang tidak diinginkan pada saat berbelanja secara online. Dengan layanan seperti itu maka bisa dipastikan bahwa transaksi nantinya akan tetap aman.

Hindari melakukan transaksi digital yang meminta pembeli untuk langsung melakukan pembayaran ke rekening pribadi si penjual. Hal tersebut dimaksudkan demi menghindari penipuan. Jangan sampai niat awal ingin berbelanja sampai untung tapi malah pada akhirnya jadi buntung.

Jangan Mudah Tergiur Barang Murah

Jika hendak berbelanja online, jangan sampai tergiur akan barang murah yang dijajakan secara online. Biasanya hal tersebut merupakan modus dari pada penipu atau pihak yang tidak bertanggungjawab dengan memancing para pembeli. Saat sudah tertarik dengan barang yang ditawarkan, cobalah untuk membandingkan harganya dengan harga dari merchant lain atau dari layanan e-commerce lainnya. Hal tersebut harus dilakukan agar tahu berapa besar harga normal dari barang yang hendak dibeli.

Bahkan jika terdapat harga barang yang sangat murah, lebih baik hindari barang tersebut jangan sampai tertarik untuk membelinya. Karena biasanya yang dijual nantinya adalah barang palsu atau bahkan hanya penipuan saja. Karena itu, jangan mudah tergiur dengan barang murah yang ada dalam situs belanja online.

Sesering Mungkin Mengganti Password dan Jangan Sembarangan Memberikan OTP

Sesering mungkin harus rajin mengganti password atau bahkan PIN secara berkala. Buatlah kombinasi yang memang unik tapi tetap bisa diingat diri sendiri. Misalnya saja menggabungkan huruf, angka, tanda baca, hingga huruf yang unik. Harus diingat juga bahwa penggunaan password atau PIN untuk setiap rekening atau akun harus berbeda. Jadi nantinya tetap aman dan jika terjadi masalah mengenai password atau PIN pada satu akun atau rekening, maka yang lainnya tidak terkena imbasnya.

Selain itu, jangan sampai memberikan informasi mengenai OTP atau One Time Password, atau bahkan password atau PIN secara sembarangan. Apalagi kepada orang yang tidak dikenal. Hindari juga mengirimkan data pribadi dengan menggunakan aplikasi chat atau lewat media sosial. Hal ini demi mengurangi resiko pada saat bertransaksi secara digital.

Pastikan tetap aman dalam bertransaksi. Jangan sampai mengalami masalah pada saat bertransaksi secara digital. Apalagi di tengah pandemi seperti sekarang ini pasti ada saja resiko pada saat bertransaksi. Dengan semakin naiknya penggunaan transaksi digital, pasti ada saja resiko yang dihadapi.

Demikianlah tips bertransaksi secara digital di tengah pandemi. Semoga bisa menjadi masukkan dan memberikan kemudahan pada saat bertransaksi secara digital. Selain itu, semoga informasi terupdate di atas bisa memberikan pengetahuan atau informasi mengenai transaksi digital di tengah pandemi corona.